Tata Tertib Kongres PERDOSKI
I. Status (ART PERDOSKI Bab II pasal 8)
a. Kongres merupakan Badan Legislatif tertinggi PERDOSKI
b. Kongres diadakan sekali dalam 3 (tiga) tahun
c. Dalam keadaan luar biasa, Kongres dapat diadakan sewaktu-waktu atas usul dan mendapat persetujuan sekurang-kurangnya setengah dari jumlah Cabang yang ada.
d. Kongres dapat menyelenggarakan sidang ilmiah di luar sidang organisasi.
II. Tugas dan wewenang (ART PERDOSKI Bab II pasal 8)
a. Kongres menetapkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta menentukan pedoman pokok dan garis-garis besar program PERDOSKI.
b. Menilai pertanggungjawaban PP PERDOSKI mengenai amanat yang diberikan oleh Kongres sebelumnya.
c. Memilih Ketua Pengurus Pusat PERDOSKI yang baru.
III. Tata tertib Kongres (ART PERDOSKI Bab II pasal 8)
a. Kongres diselenggarakan oleh Pengurus Pusat melalui panitia Pelaksana Kongres yang dibentuk oleh Pengurus Pusat.
b. Panitia Pelakana Kongres bertanggungjawab atas seluruh penyelenggaraan Kongres kepada Pengurus Pusat.
c. Kongres dihadiri oleh seluruh anggota PERDOSKI.
d. Sidang pengesahan kuorum, sidang acara, sidang pengesahan tata tertib, dan sidang pemilihan pimpinan Kongres dipimpin oleh Ketua Panitia Pelaksana.
e. Kongres syah bila lebih dari setengah jumlah anggota biasa dan anggota muda hadir pada penghitungan kuorum.
f. Bila persyaratan di atas tidak terpenuhi maka diadakan musyawarah di antara anggota yang telah hadir untuk mufakat meneruskan Kongres.
g. Kongres dipimpin oleh seorang Ketua dan seorang Sekretaris Kongres yang dipilih dari anggota biasa oleh anggota biasa dan anggota muda dalam sidang lengkap yang diadakan khusus untuk itu.
h. Apabila pertanggungjawaban Pengurus Pusat telah disyahkan oleh Kongres maka Pengurus yang bersangkutan dinyatakan demisioner dan selanjutnya Pengurus Pusat tadi mempunyai status sebagai anggota biasa.
i. Hal-hal yang belum tercantum dalam tata tertib ini akan diatur dalam suatu peraturan tersendiri, sepanjang tidak bertentangan dengan tata tertib ini.
IV. Hak bicara dan hak suara (ART PERDOSKI Bab I pasal 3)
a. Anggota biasa berhak mengeluarkan pendapat, mengajukan usul atau pertanyaan dengan lisan atau tertulis kepada Pengurus, mengikuti semua kegiatan organisasi, dan memilih serta dipilih.
b. Anggota muda, anggota luar biasa, dan anggota kehormatan berhak untuk mengeluarkan pendapat, mengajukan usul atau pertanyaan dengan lisan atau tertulis kepada pengurus, dan mengikuti semua kegiatan organisasi. Anggota muda mempunyai hak memilih dengan 1/2 suara tetapi tidak mempunyai hak untuk dipilih.
V. Pemilihan Ketua PP PERDOSKI
a. Yang dapat dicalonkan sebagai calon Ketua PP PERDOSKI periode selanjutnya ialah anggota biasa.
b. Calon Ketua diajukan oleh anggota biasa atau anggota muda secara lisan maupun tertulis dalam rapat pleno Kongres yang khusus diadakan untuk itu.
c. Calon Ketua syah setelah menyatakan kesediaannya secara lisan kepada sidang.
d. Pemilih Ketua PP PERDOSKI yang mempunyai hak suara adalah anggota biasa dengan hak satu suara dan anggota muda dengan hak setengah suara.
e. Pada pemilihan dapat dilakukan cara-cara penertiban pengumpulan suara anggota biasa dan anggota muda.
f. Pemilihan ketua PP PERDOSKI dilakukan secara bebas dan rahasia oleh peserta yang mempunyai hak suara.
g. Calon yang memperoleh suara terbanyak, ditetapkan menjadi Ketua PP PERDOSKI masa kepengurusan berikutnya dan sebagai formatur pembentukan Pengurus Pusat PERDOSKI yang akan datang.
TATA TERTIB KONFERENSI KERJA
I. Status (ART PERDOSKI Bab II pasal 12)
a. Konferensi kerja adalah Rapat Pengurus Pusat yang dihadiri oleh segenap perangkat organisasi dari tingkat Pusat dan tingkat Cabang.
b. Konferensi Kerja sekurang-kurangnya diadakan sekali dalam kepengurusan Pengurus Pusat.
II. Tugas dan wewenang (ART PERDOSKI Bab II pasal 12)
a. Menilai pelaksanaan program kerja amanat Kongres, menyempurnakan dan memperbaikinya untuk dilaksanakan pada periode kepengurusan.
b. Mengadakan pembicaraan pendahuluan tentang bahan-bahan Kongres yang akan datang.
III. Tata tertib Konferensi Kerja (ART PERDOSKI Bab II pasal 12)
Konferensi Kerja diadakan oleh Pengurus Pusat bersama Panitia
Pelaksana Konferensi Kerja yang dibentuk oleh Pengurus Pusat.
a. Panitia Pelaksana Konferensi Kerja bertanggungjawab mengenai segi teknis penyelenggaraan Konferensi Kerja.
b. Konferensi Kerja dihadiri oleh Pengurus Pusat, Pengurus Cabang, Peninjau, dan undangan Pengurus Pusat.
c. Konferensi Kerja dipimpin oleh Ketua Pengurus Pusat.
d. Hal-hal yang belum tercantum dalam tata tertib ini diatur dalam peraturan tersendiri sepanjang tidak bertentangan dengan tata tertib ini.
IV. Hak bicara, hak suara, dan keputusan
a. Pengurus Pusat, Pengurus Cabang, dan Badan-badan khusus mempunyai hak bicara dan hak suara.
b. Undangan Pengurus Pusat dapat memberikan pandangan dalam hal-hal yang dibicarakan bila diminta maupun tidak diminta.
c. Keputusan Konferensi Kerja dilakukan secara musyawarah dan mufakat.
d. Bila musyawarah dan mufakat tidak tercapai keputusan diambil berdasarkan suara terbanyak.
e. Keputusan Konferensi Kerja diperbaiki dan disyahkan oleh Kongres.