PERDOSKI

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN INDONESIA

Indonesian Society of Dermatology And Venereology (ISDV)


25 June 2018 | 21:00 WIB

Penyakit Autoimun, Ternyata Juga Bisa Menyerang Kulit

Autoimun berimbas buruk terhadap sistem daya tahan tubuh seseorang.

Share:

Penyakit yang menyerang sistim kekebalan tubuh hingga membuat penderita alami kondisi serius. Berikut beberapa penyakit Autoimun yang sering ditemukan di Indonesia.

Autoimun kini menjadi salah satu penyakit yang menjadi momok lantaran bisa membahayakan tubuh seseorang. Pasalnya, Autoimun ini berimbas buruk terhadap sistem daya tahan tubuh.

Kesalahan sistem kekebalan tubuh

Bisa dibilang, Autoimun ini kesalahan sistem kekebalan tubuh. Sistem kekebalan tubuh salah membaca sel-sel sehat yang di dalam tubuh. Sel sehat justru dianggap sebagai zat asing sehingga diserang oleh sistem kekebalan tubuh kita sendiri.

Hal ini yang mengakibatkan banyak kerusakan sel  jaringan di dalam tubuh, menimbulkan peradangan, bahkan mengakibatkan kondisi serius bagi si penderita. Sebut saja, gangguan pada saraf, kelenjar, otot, organ-organ penting, bahkan kulit.

Apa pemicunya?

Penyakit ini tidak diketahui pemicunya dan tidak bisa dicegah. Namun bukan berarti penyakit ini tidak bisa dikendalikan. Anda bisa mengendalikan asalkan Anda segera memeriksakan diri ke dokter kulit apabila menemukan gejala-gejala penyakit Autoimun dan mengikuti pengobatan sesuai anjuran dokter.

Jenis penyakit Autoimun

Hingga saat ini sudah ditemukan jenis-jenis penyakit Autoimun, bahkan tercatat lebih dari 80 jenis. Berikut beberapa penyakit Autoimun yang menyerang kulit dan sering sekali ditemui:

1. Lupus

Lupus atau yang dikenal juga dengan sebutan Systemic Lupus Erythematosus terjadi pada saat antibodi yang dihasilkan tubuh menempel pada jaringan di seluruh tubuh.

Bagian tubuh yang kena yaitu ginjal, paru-paru, saraf, sendi, sel darah, dan kulit. Penyakit Lupus yang menyerang kulit saja dikenal dengan nama Cutaneous Lupus Erythematosus.

Gejala: Demam, rambut rontok, kelelahan, nyeri atau bengkak pada sendi dan otot, kejang, sakit dada, sakit kepala, ruam kemerahan di kedua pipi (butterfly rash), sensitif terhadap sinar matahari, dan berat badan turun drastis.

2. Psoriasis

Pada penyakit ini terjadi pergantian sel kulit yang terlalu cepat disertai dengan reaksi peradangan. Sehingga menyebabkan adanya penumpukan sel kulit mati pada permukaan kulit.

Gejala: Kulit kemerahan, bersisik tebal berwarna putih-perak, dan terasa gatal. Area yang terkena terutama yang banyak mengalami gesekan/trauma, misalnya lutut dan siku. Namun bisa juga mengenai kulit kepala dan area tubuh lainnya termasuk kuku.

3. Skleroderma

Penyakit ini menyerang jaringan ikat kulit, sehingga terjadi pengerasan pada kulit, dan dapat juga mengenai organ tubuh lain.

Gejala: Terjadi pengerasan pada kulit, sehingga kulit tampak tegang, permukaan licin dan teraba keras.

4. Vitiligo

Yang terjadi pada penderita Autoimun jenis ini adalah hilangnya warna kulit sehingga muncul bercak berwarna putih pada kulit. Ada pengaruh faktor genetik atau turunan, dan bisa berhubungan dengan penyakit tertentu misalnya penyakit tiroid.  

Gejala: Bercak berwarna putih yang mudah terbakar sinar matahari, seringkali tidak disertai keluhan gatal atau nyeri. Bisa hanya mengenai bagian tubuh tertentu saja, misalnya kaki dan tangan atau menyebar ke hampir seluruh tubuh.  

 

Terserang penyakit Autoimun bukan akhir dari hidup Anda. Segera bergegas memeriksakan diri ke dokter kulit, ikuti aturan pengobatan para dokter, dan ikut bergabung dengan komunitas Autoimun. Dengan berkumpul bersama teman seperjuangan Autoimun, Anda tidak akan merasa sendiri. Anda justru bisa mendapatkan support dari sesama pejuang Autoimun.

 

BACA JUGA: 

Vitiligo dan Albinisme Apa Bedanya?

Timbulnya Bercak Kemerahan Disertai Nyeri Sendi Bisa Berarti Psoriatic Arthritis

 

Jl. Salemba I No.9, RT.4/RW.6, Kenari, Senen
Kota Jakarta Pusat
Daerah Khusus Ibukota Jakarta
10430