PERDOSKI

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN INDONESIA

Indonesian Society of Dermatology And Venereology (ISDV)


27 April 2018 | 10:00 WIB

Tak Ingin IMS Merenggut Hidup Anda? Mari Cegah dengan Cara Berikut

Mari Cegah IMS dengan Cara Berikut!

Share:

Siapapun yang aktif secara seksual tak lepas dari risiko IMS. Terutama bila seks dilakukan secara tak aman, seperti berganti-ganti pasangan tanpa menggunakan kondom, sesama jenis, atau berbagi sex toys.

Penularan IMS Memengaruhi Kualitas Hidup

Bila seseorang sudah terinfeksi, tentunya berimbas pada kualitas hidup orang tersebut, baik fisik maupun psikologis. Anda harus mengonsumsi obat tertentu dalam waktu yang panjang untuk pengobatan.

Keharmonisan pasangan suami istri pun bisa terganggu karena IMS. Belum lagi bila seorang perempuan terinfeksi saat mengandung, IMS dapat mengganggu kesejahteraan janin dan bayi berisiko tertular dari sang ibu. Pengidap IMS juga berisiko lebih tinggi untuk tertular HIV.

Penyebaran IMS di Indonesia Meningkat Setiap Tahunnya

Menurut data Kemenkes, penyebaran IMS rata-rata meningkat setiap tahunnya, terutama kasus infeksi HIV dengan penderita terbanyak di rentang usia 25-49 tahun. IMS tak pandang bulu, dapat mengenai laki-laki dan perempuan, kebanyakan di usia produktif, dari pelajar, profesional hingga ibu rumah tangga.

Sejak kampanye LGBT bergaung, kasus IMS cenderung semakin banyak. Minimnya kesadaran masyarakat akan pola hidup sehat dan akses terhadap informasi dan edukasi seputar pencegahan IMS juga menjadi salah satu faktor pemicu tingginya angka kejadian IMS di Indonesia.

Upaya Pencegahan Penyebaran IMS

Pada dasarnya, IMS dapat dicegah dengan upaya-upaya berikut:

1. Menerapkan perilaku seks aman. Lakukan hubungan seksual dengan bersih, sehat, aman dan wajar. Gunakan kondom bila Anda merasa terinfeksi.

2. Hindari seks pranikah. Semakin muda usia Anda untuk aktif secara seksual, semakin tinggi risiko Anda tertular IMS.

3. Setia kepada satu pasangan. Hubungan seksual sejatinya dimulai saat Anda sudah menikah. Setelah menikah, hindari berganti-ganti pasangan seksual. Setia pada pasangan Anda memperkecil risiko tertular IMS.

4. Jauhi narkoba. Pengaruh konsumsi narkoba memperbesar kemungkinan Anda untuk jatuh dalam perilaku seks bebas dan menggunakan jarum suntik bekas yang mungkin terinfeksi HIV.

5. Skrining IMS pranikah. Sebelum melangsungkan pernikahan, bersikaplah terbuka tentang masa lalu Anda kepada calon pasangan terutama bila pernah aktif secara seksual sebelumnya. Lakukan skrining IMS dan HIV bersama untuk menghindari risiko penularan setelah menikah.

6. Perkaya diri dengan edukasi dan informasi seputar IMS. Edukasi diri Anda dengan informasi terpercaya tentang IMS, yang bisa Anda dapat di website Kemenkes dan Perdoski.

Bila Anda terlanjur terinfeksi, segera periksakan ke dokter spesialis kulit dan kelamin agar mendapat perawatan sehingga penularan IMS dapat dihindari. Sementara bagi Anda yang tidak terinfeksi namun pasangan Anda terinfeksi, hindari hubungan seksual hingga pasangan Anda dinyatakan sembuh oleh dokter.

Mari cegah penyebaran IMS!

Baca juga:

9 Cara Ini Bantu Cegah Infeksi Di Area Genital

Jl. Salemba I No.9, RT.4/RW.6, Kenari, Senen
Kota Jakarta Pusat
Daerah Khusus Ibukota Jakarta
10430