PERDOSKI

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN INDONESIA

Indonesian Society of Dermatology And Venereology (ISDV)


12 April 2018 | 07:15

Bintil-Bintil Kecil dan Keras Di Kulit Belum Tentu Jerawat Batu

Share:

Pernahkah Anda melihat atau mengalami sendiri, ketika permukaan kulit baik wajah mau pun di area lain seperti jerawat, keras, berukuran sebesar kacang hijau? Banyak orang yang menyangka bahwa bintil-bintil tersebut adalah jerawat batu. Terutama ketika bintil-bintil tersebut diraba sangat keras. Padahal bisa saja ternyata itu adalah gejala molluscum contagiosum.

Molluscum contagiosum merupakan infeksi virus kulit yang sangat mungkin terjadi pada siapa saja. Walau banyak ditemukan pada anak-anak, bukan berarti orang dewasa tak dapat terkena, karena kondisi ini menular. Molluscum contagiosum disebarkan melalui kontak dengan orang yang terinfeksi atau benda yang terkontaminasi. Bintil-bintil yang merupakan tanda molluscum contagiosum ini walau tidak menyebabkan rasa sakit, bisa menimbulkan rasa gatal. Walau pun begitu, infeksi kulit ini dapat hilang dengan sendirinya dalam waktu 6 bulan sesuai daya tahan tubuh anak.

Molluscum contagiosum dapat dikenali melalui gejala berikut ini

  1. Muncul bintil-bintil seperti jerawat pada permukaan kulit.
  2. Umumnya bintil tersebut kecil (seukuran biji kacang hijau) dan banyak.Pada bagian tengah bintil berbentuk cekung
  3. Walau tidak sakit, beberapa bintil ada yang terasa gatal.
  4. Bintil mudah menyebar ke area kulit lainnya dan mudah menular pada orang lain.
  5. Jika pecah, akan keluar cairan kental berwarna putih. Cairan ini dapat menularkan molluscum contagiosum.

Penanganan Molluscum Contagiosum

Pada dasarnya infeksi virus ini bisa hilang dengan sendirinya terutama jika terjadi pada anak-anak. Namun begitu pada kasus tertentu, penanganan terhadap molluscum contagiosum ini harus segera dilakukan bila:

  • Mudah menyebar ke bagian lain dari tubuh Anda
  • Menginfeksi orang lain
  • Tumbuh di luar kendali pada orang yang memiliki sistem kekebalan yang lemah.

Berikut penanganan yang dilakukan oleh dokter spesialis kulit dan kelamin terhadap infeksi ini:

  1. Cryosurgery: Dengan membekukan bintil menggunakan nitrogen cair.
  2. Kuret: Dokter spesialis kulit dan kelamin biasanya akan menggunakan alat kecil yang disebut kuret untuk mengikis bintil dari kulit.
  3. Bedah laser: Dengan bantuan teknologi laser. Prosedur ini merupakan penanganan yang efektif untuk orang yang memiliki sistem kekebalan yang lemah.
  4. Terapi topikal (dioleskan pada kulit): Dokter spesialis kulit dan kelamin akan meresepkan obat salep untuk pasien. Obat salep ini bekerja dengan menghancurkan lapisan atas kulit sehingga bintil tersebut ikut terangkat/terkikis.