PERDOSKI

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN INDONESIA

Indonesian Society of Dermatology And Venereology (ISDV)


4 April 2018 | 14:08

Herpes Genital Pada Ibu Hamil

Penanganan Herpes Genital Pada Ibu Hamil

Share:

Seorang ibu yang sedang mengandung pasti sedih dan bingung bila mengetahui dirinya terinfeksi herpes genital. Apalagi, Infeksi Menular Seksual (IMS) yang disebabkan oleh virus herpes simpleks ini dapat mengganggu kesehatan dan perkembangan janin, hingga menyebabkan keguguran.

Herpes genital ditularkan melalui hubungan seksual tak aman dengan orang yang terinfeksi, penggunaan sex toys bergantian, atau kontak kulit ke kulit. Sekali virus herpes menjangkit seseorang, virus tersebut tidak akan hilang dari tubuh penderita. Virus akan menetap di susunan syaraf dan dapat muncul sewaktu-waktu.

Gejala awal infeksi herpes genital hampir menyerupai penyakit flu ringan seperti seperti demam, kelelahan, pegal-pegal, sehingga bisa saja tanda-tanda tersebut dianggap bukan penyakit berbahaya oleh ibu yang sedang mengandung.

Bagaimana Pengaruhnya Pada Bayi?

Ibu yang terinfeksi herpes genital membawa dampak yang berbeda-beda terhadap janin.

1. Infeksi herpes genital terjadi sebelum hamil

Apabila Anda pernah terinfeksi herpes genital sebelum mengandung, Anda bisa sedikit lebih tenang karena antibodi ibu diturunkan kepada janin, sehingga mengurangi risiko bahaya herpes kepada anak. Namun, jika antibodi ibu tergolong lemah dan infeksi sering kambuh ditandai dengan munculnya lenting pada kelamin, ibu perlu memeriksakan diri ke dokter spesialis kulit dan kelamin agar infeksi dapat langsung diobati. Periksakan juga kondisi janin ke dokter kandungan Anda.

2. Infeksi herpes genital terjadi pada trimester I dan II kehamilan

Risiko keguguran paling tinggi terjadi bila Anda terinfeksi herpes di kehamilan trimester pertama dan kedua. Apabila imunitas Anda tinggi, ada kemungkinan janin selamat dan kehamilan berlanjut. Risiko bayi tertular pun menjadi kecil atau kurang dari 3%. Meskipun demikian, infeksi perlu dipantau oleh dokter spesialis kulit dan kelamin Anda selama kehamilan agar risiko terburuk dari virus tidak mengintai Anda dan bayi. Hindari stres dan kelelahan serta rutin periksakan kehamilan Anda.

3. Infeksi herpes genital terjadi pada trimester III kehamilan

Ibu hamil yang terinfeksi herpes genital pertama kali saat usia kehamilan sudah memasuki trimester akhir, tidak mempunyai cukup waktu untuk membentuk antibodi untuk melawan virus. Hal ini memperbesar risiko bayi tertular karena otomatis bayi pun tidak mendapat antivirus dari sang ibu.

Pengobatan Herpes Genital Pada Ibu Hamil

Pada umumnya dokter akan memberikan obat antivirus seperti asiklovir, valasiklovir, famsiklovir, pensiklovir kepada ibu hamil yang terjangkit herpes genital. Meskipun obat ini tidak dapat membunuh virus herpes simpleks, namun dapat meringankan gejala infeksi dan menyembuhkan luka akibat herpes sehingga menurunkan kemungkinan bayi terinfeksi.

Pencegahan Herpes Genital Pada Ibu Hamil dan Bayi

Lakukan hal-hal berikut untuk mencegah risiko tertular herpes genital saat hamil:

  • Lakukan skrining herpes genital baik Anda maupun pasangan sebelum merencanakan kehamilan.
  • Gunakan kondom saat berhubungan seks pada saat hamil, bila Anda berisiko.
  • Hindari seks oral dan sex toys selama kehamilan, karena virus bisa menular melalui kedua hal ini.

Untuk menghindari penularan herpes genital dari ibu ke bayi, dokter akan menyarankan untuk melahirkan dengan operasi Caesar. Persalinan normal memperbesar risiko penularan ke bayi karena terjadi kontak kulit kelamin ibu dengan kulit bayi.

Jl. Salemba I No.9, RT.4/RW.6, Kenari, Senen
Kota Jakarta Pusat
Daerah Khusus Ibukota Jakarta
10430