PERDOSKI

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN INDONESIA

Indonesian Society of Dermatology And Venereology (ISDV)


6 March 2018 | 10:00

Hati-hati, 3 Infeksi Menular Seksual Ini Sering Menyerang Laki-laki

Infeksi Menular Seksual Ini Sering Menyerang Laki-laki

Share:

Hubungan seksual berisiko yang dilakukan tanpa kondom meningkatkan risiko tertular Infeksi Menular Seksual (IMS) pada laki-laki. Selain itu, perilaku seks usia remaja juga sangat rentan menjadi medium penularan IMS. Hubungan seksual sesama laki-laki (gay) juga amat berisiko karena penyebaran IMS dapat terjadi melalui kontak seksual melalui oral dan anus.

Seringkali IMS pada laki-laki tidak tampak gejalanya sehingga diagnosis sulit ditentukan. Cara paling mudah untuk menghindari penularan IMS adalah menghindari penyebabnya dan mengubah pola berhubungan seksual menjadi lebih aman. Para laki-laki harus lebih berhati-hati agar tak terjangkit beberapa IMS yang sering menyerang laki-laki, seperti berikut ini.

1. Klamidia

Infeksi klamidia pada laki-laki umumnya menimbulkan gejala yang ringan, umumnya ditandai dengan keluarnya cairan bening dari ujung kelamin. Hal ini sering terjadi pada laki-laki yang sering bergonta-ganti pasangan seks dan tidak menggunakan kondom saat berhubungan seksual. Namun kebanyakan laki-laki enggan memeriksakan kesehatan seksual mereka karena seringkali gejalanya tidak dirasakan.

Gejala klamidia muncul sekitar 1-3 minggu setelah bakteri Chlamydia trachomatis menginfeksi tubuh Anda. Pada laki-laki gejala yang tampak antara lain sakit disertai rasa panas saat buang air kecil, nyeri pada testikel dan keluar cairan berwarna putih dari ujung kemaluan. Bila tak cepat ditangani, infeksi ini bisa menjadi lebih parah di kemudian hari dan menyebabkan komplikasi antara lain infertilitas dan rusaknya organ reproduksi.

2. Gonore

Infeksi yang memiliki nama lain kencing nanah ini disebabkan oleh bakteri gonococcus. Gonore merupakan salah satu IMS yang paling umum terjadi. Gejala paling umum pada gonore adalah keluarnya cairan kental berwarna kuning atau hijau menyerupai nanah dari penis. Biasanya disertai dengan rasa sakit saat berkemih. Bila terinfeksi, bakteri bisa menyebar ke area dubur, saluran kencing dan sperma, tenggorokan dan mata. Pada tingkat yang lebih parah, gonore bisa mengakibatkan kebutaan.

3. Sifilis

Bakteri penyebab sifilis bernama Treponema pallidum. Bila terinfeksi bakteri ini, pada tahap awal penderita akan mengalami luka yang tidak terasa sakit yang muncul di mulut atau penis. Namun pada tahap berikutnya, gejala lebih berat akan timbul seperti ruam merah muncul di tubuh Anda. Bila tak diobati, sifilis akan terus berlanjut ke tahap yang semakin parah, hingga berakibat kelumpuhan bahkan kematian.

Untuk mengobati infeksi-infeksi tersebut, dokter spesialis kulit dan kelamin biasanya akan memberikan antibiotik guna mematikan bakteri yang menginfeksi tubuh penderita. Pengambilan cairan sampel juga dilakukan untuk diuji di laboratorium guna menegakkan diagnosis. Setelah pemeriksaan awal dilakukan, pemeriksaan ulang diperlukan untuk memantau apakah pasien sudah bebas dari IMS tersebut atau belum.

Bila Anda mengalami gejala-gejala infeksi tersebut, segera periksakan ke dokter agar terhindar dari akibat yang lebih fatal. Lakukan skrining secara rutin apabila Anda berisiko.

Baca juga:

Waspadai Bahaya Sifilis, IMS Ini Dapat Menyebabkan Kematian

Mungkinkah Saya Terkena Infeksi Menular Seksual Padahal Tak Memiliki Gejalanya?

 

Jl. Salemba I No.9, RT.4/RW.6, Kenari, Senen
Kota Jakarta Pusat
Daerah Khusus Ibukota Jakarta
10430