PERDOSKI

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN INDONESIA

Indonesian Society of Dermatology And Venereology (ISDV)


08 February 2018

9 Cara Ini Bantu Cegah Infeksi Di Area Genital

Cegah infeksi di area genital dengan menjaga kebersihan genital.

Share:

Seperti bagian tubuh lainnya, area genital merupakan bagian tubuh yang vital untuk dirawat kesehatannya, baik oleh perempuan maupun laki-laki. Menjaga kesehatan kelamin tak lepas dari merawat kebersihan kelamin itu sendiri.

Perempuan sering keliru dalam hal membersihkan area kewanitaan, misalnya memilih sabun pembersih vagina dengan aroma wangi-wangian dan anti bakteri. Salah pilih sabun pembersih vagina malah bisa membuat iritasi. Sementara banyak pria merasa tak perlu merawat area kemaluan setelaten perempuan. Padahal, area kelamin yang sehat mencegah laki-laki maupun perempuan dari risiko terkena bakteri atau jamur.

Lalu, bagaimana cara merawat area kemaluan yang benar?

1. Mencuci alat kelamin saat mandi dan setelah buang air

Saat mandi dan sehabis buang air kecil maupun besar, jangan lupa mencuci alat kelamin. Bagi perempuan, tak perlu menggunakan sabun khusus setiap mencuci vagina. Basuh vagina dengan air hangat kuku atau air dingin dari depan ke belakang, agar kuman dari anus tak berpindah ke vagina. Bagi laki-laki, cukup basuh kelamin dengan air bersih dan lap hingga kering.

2. Jaga alat kelamin tetap kering

Area kelamin baik laki-laki maupun perempuan harus senantiasa kering untuk mencegah tumbuhnya jamur. Ingat, area kemaluan lebih lembap dari area tubuh lainnya, area yang disukai jamur untuk berkembang biak.

3. Hindari pantyliner, bawa celana dalam ganti

Menggunanakan pantyliner bagi perempuan dapat memicu keputihan dan iritasi. Lebih baik ganti celana dalam sebanyak 2-3 kali sehari, terutama saat keputihan dan setiap terasa lembap.

4. Rajin ganti pembalut

Buat perempuan, saat menstuasi adalah saat paling rentan bagi kuman untuk masuk ke dalam vagina. Ganti pembalut setiap 3-4 jam sekali atau ketika sudah terasa becek. Bersihkan vagina saat mengganti pembalut.

5. Rawat rambut di sekitar kemaluan

Rambut kemaluan berfungsi menghalau bakteri masuk ke dalam kelamin. Namun bila rambut kemaluan terlalu panjang, bakteri malah mudah bersarang di sela-sela rambut. Pendekkan rambut kemaluan dengan gunting atau alat cukur yg sudah dibersihkan dengan sabun dan air panas sebelumnya. Sisakan rambut hingga 1-2 cm saja. Jangan pakai alat cukur bergantian.

6. Hindari celana terlalu ketat

Memakai celana terlalu ketat membuat peredaran darah kurang lancar, dan membuat penis panas serta mudah berkeringat. Ini dapat menurunkan kualitas sperma. Sedangkan bagi perempuan, celana terlalu ketat membuat kulit di area vagina dan sela paha kurang sirkulasi udara dan lembap. Ini dapat memicu iritasi dan tumbuhnya jamur penyebab keputihan. Penggunaan celana dalam berbahan katun juga mengurangi kemungkinan iritasi.

7. Hindari memasukan alat apapun ke dalam vagina

Jangan memasukkan benda apapun ke dalam vagina karena selain dapat membuat vagina Anda lecet, juga berisiko terinfeksi kuman atau bakteri yang menempel pada alat-alat tersebut.

8. Saat menggunakan toilet umum

Pastikan dudukan toilet bersih dan bersihkan dudukan toilet dengan sanitizer. Flush toilet dlm keadaan tertutup. Gunakan air dari keran untuk membersihkan genital setelah BAK atau BAB. Menurut penelitian, air yang tergenang dalam ember di toilet umum mengandung 70% jamur kandida penyebab gatal dan keputihan pada vagina.

9. Lakukan pemeriksaan rutin

Sebelum menikah, lakukan pemeriksaan kesehatan kelamin masing-masing. Setelah menikah, tetap periksakan diri Anda secara rutin diri ke dokter spesialis kulit dan kelamin, terutama bila Anda mencurigai adanya kelainan di sekitar kelamin. Contohnya, gatal-gatal, keputihan berbau, pembengkakan, benjolan dan lain sebagainya.