PERDOSKI

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN INDONESIA

Indonesian Society of Dermatology And Venereology (ISDV)


01 December 2017

Kenapa Calon Pengantin Penting Melakukan Screening atau Tes HIV?

Share:

Tidak ada yang pernah bisa yakin betul, apakah pasangan Anda, baik itu laki-laki mau pun perempuan bebas dari HIV jika belum melakukan screening atau tes. Seberapa besar pun Anda memercayainya, Anda takkan pernah bisa mengetahui bagaimana masa lalunya. Sejujur-jujurnya pasangan Anda, tak ada yang bisa memastikan dirinya bebas HIV kecuali melalui skrining.

Hingga saat ini, penularan paling banyak adalah melalui hubungan seksual. Sehingga, semua yang berisiko terinfeksi HIV seperti calon pengantin, pasangan biseksual dan gay, hingga ibu hamil harus melakukan screening atau tes HIV.

Beberapa Jenis Skrining HIV, HINGGA SAAT ini, belum ada tes yang bisa mendeteksi virus HIV SEGERA setelah terinfeksi. Namun seluruh jenis tes HIV dapat dikatakan akurat. Seberapa cepat sebuah tes dapat mendeteksi infeksi HIV tersebut, tergantung pada faktor yang berbeda, termasuk jenis tes yang digunakan.

Ada tiga jenis tes diagnostik HIV:

1. Tes Asam Nukleat (NAT). Tes ini mendeteksi virus dalam darah, biayanya sangat mahal dan tidak rutin digunakan untuk skrining. Kecuali bila PASIEN DIDUGA memiliki eksposur yang berisiko tinggi atau kemungkinan terinfeksi, misalnya pada petugas kesehatan yang terpajan alat tajam bekas pasien HIV.

2.Tes antigen. Tes ini bekerja dengan mendeteksi antibodi dan antigen HIV. Antigen adalah zat asing yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh MENJADI aktif. Jika terinfeksi HIV, antigen yang disebut p24 diproduksi, bahkan sebelum antibodi berkembang. Tes ini direkomendasikan untuk SKRINING YANG dilakukan di laboratorium.

3. Tes antibodi. Tes ini bekerja dengan mendeteksi adanya antibodi, protein yang dibentuk tubuh seseorang terhadap HIV. Tes ini termasuk yang paling sederhana dan dapat dilakukan sendiri di rumah.

Yang perlu selalu Anda ingat, selalulah hidup sehat dengan setia pada pasangan, bila ada dugaan risiko IMS/HIV segera hubungi dokter terdekat untuk melakukan tes atau skrining.