PERDOSKI

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN INDONESIA

Indonesian Society of Dermatology And Venereology (ISDV)


14 November 2017

Kenali Tanda Kulit Bayi Sensitif dan Cara Penanganannya

Share:

Sebagian besar bayi, terutama bayi yang baru lahir memiliki kulit yang sangat halus dan lembut. Untuk sebagian bayi, kulit halus nan lembut itu bahkan ekstra sensitif. Seringkali Anda temukan bruntusan atau kulit kemerahan, dan membuat bayi menjadi tidak nyaman. Berikut beberapa tips untuk mengidentifikasi dan menangani kulit sensitif pada bayi.

Tanda-tanda kulit bayi ekstra sensitif:

  • Mengalami ruam berulang dan sering
  • Kulit bayi kering
  • Mudah teriritasi atau muncul ruam akibat pemakaian sabun, losion, hingga deterjen
  • Gatal dan merah akibat perubahan suhu
  • Mempunyai riwayat alergi dalam keluarga: asma, bersin-bersin kalau dingin/debu, biduran.

Cara menangani kulit bayi yang sensitif

  1. Faktanya, bayi terutama bayi yang baru lahir tidak memerlukan banyak sabun atau sampo ketika mandi. Untuk bayi yang baru lahir, tetap dianjurkan mandi dua kali secara teratur. Mandi terlalu sering malah akan membuat kulit bayi menjadi kering.
  2. Jika memilih produk sabun atau toiletries bayi, pilih yang mengandung bahan-bahan alami dan tidak mengandung bahan seperti sodium lauryl sulphate (SLS atau SLES).  Dr. Srie Prihianti SpKK, PhD mengungkapkan bahwa produk perawatan kulit bayi yang baik adalah yang berbasis minyak nabati. Anda boleh memilih produk yang mengandung minyak zaitun atau minyak almond. Pilih pembersih non-soap dengan extra pelembab.Namun apakah yang alami-alami ini pasti baik? Untuk kulit sensitif belum tentu aman. Karena mungkin saja kandungan alami tersebut justru menjadi alergen bagi bayi dengan alergi-alergi tertentu.
  3. Jangan pernah menggunakan sabun antibakteri pada bayi. Seberapa pun khawatirnya Anda, bahwa si kecil akan terinfeksi kuman dan bakteri, bila tidak menggunakan sabun antibakteri. Sebagian besar sabun antibakteri memiliki bahan kimia tambahan seperti triclosan, yang dapat menyebabkan kulit menjadi lebih kering lagi. Kulit yang kering dapat memudahkan timbulnya alergi, iritasi maupun infeksi pada kulit.
  4. Hindari produk perawatan bayi yang memiliki aroma. Biasanya walau aroma-aroma tersebut sangat wangi dan menyenangkan, itu artinya produk tersebut sudah ditambah dengan berbagai macam bahan kimia yang mungkin bisa menjadi alergen bagi bayi dengan kulit ekstra sensitif.
  5. Hindari produk yang berwarna, karena zat warna bisa menjadi salah satu bahan yang memicu reaksi alergi pada kulit.
  6. Gunakan pelembab segera setelah mandi secara teratur.  Penggunaan pelembab bukan saja melembabkan kulit, tapi dapat melindungi kulit dari berbagai bahan yang dapat memicu alergi atau iritasi.  Sebaiknya pelembab sudah dioleskan dalam 5 menit sesudah mandi (saat kulit masih lembab).
  7. Coba dulu sedikit produk perawatan kulit di lengan bayi. Tunggu 1-2 jam untuk melihat adakah reaksi kulit yang terjadi.