PERDOSKI

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN INDONESIA

Indonesian Society of Dermatology And Venereology (ISDV)


08 November 2017

Waspadai 5 Bahan Berbahaya Pada Kosmetik

Waspadai 5 Bahan Berbahaya Pada Kosmetik

Share:

Peredaran kosmetik di Indonesia semakin luas dan mudah didapat, baik secara online maupun melalui toko. Amankan produk-produk yang beredar di pasaran? Banyak yang aman, namun ada pula yang tidak aman. Menurut BPOM, meski banyak produk yang sudah dilarang untuk beredar karena mengandung bahan-bahan berbahaya, namun tetap saja produk-produk tersebut ditemukan di pasaran.

Inilah 5 bahan berbahaya pada kosmetik yang harus Anda waspadai

1. Merkuri

Dalam jumlah sekecil apapun, merkuri tak boleh digunakan untuk kulit dan tubuh. Merkuri merupakan logam berat berbahaya yang mudah meresap ke aliran darah melalui kulit.

Seringkali merkuri terdapat pada produk pencerah kulit yang bekerja seolah menyamarkan noda hitam. Padahal, pengolesan merkuri pada kulit dapat menimbulkan bintik hitam, menyebabkan iritasi kulit, alergi, mual dan muntah, diare, serta kerusakan ginjal. Bila digunakan dalam jangka panjang, dapat berakibat pada kerusakan saraf otak, gangguan psikis seperti depresi dan kecemasan,  gangguan perkembangan janin, gangguan ginjal, parkinson, hingga kanker.

Agar dapat menghindarinya, Anda perlu tahu nama lain merkuri dalam produk pencerah kulit yaitu: Hg, klorida mercurous, merkuri amoniasi, klorida amida dari merkuri, air raksa, cinnabaris, hydrargyri oxydum rubrum (merkuri oksida), dan merkuri iodide.

2. Timbal

Timbal sering terkandung dalam lipstik, pemulas mata, eyeliner, bedak tabur, body lotion atau sampo. Menurut BPOM Indonesia, jumlah timbal dalam kosmetik harus di bawah 20 ppm. Secara alami, timbal adalah unsur logam yang terdapat pada kerak bumi. Timbal umumnya digunakan sebagai bahan pembuatan batu baterai, cat warna, pipa, solder, dan lainnya.

Apabila terserap ke dalam tubuh, timbal dapat mengakibatkan gangguan sistem saraf pusat, ginjal, kardiovaskuler serta persendian dan otot. Anak-anak yang terkena racun timbal dapat menderita kerusakan otak permanen, gangguan sistem saraf, anemia, gangguan tumbuh kembang, IQ rendah serta gangguan perilaku. Pada wanita hamil, dapat menyebabkan keguguran.

3. Hidrokuinon

Kemampuan hidrokuinon untuk menghambat pembentukan melanin (zat pigmen kulit) membuat bahan tersebut digunakan sebagai pencerah kulit.

Efek samping yang dapat timbul antara lain kemerahan pada kulit, iritasi, alergi, hiperpigmentasi terutama pada daerah kulit yang langsung terpajan sinar matahari, dan yang paling umum ditemukan adalah menimbulkan ochronosis (kulit berwarna kehitaman) akibat penggunaan  hidrokuinon dalam jangka waktu lama.  Monobenzyl ether of hydroquinon dapat menyebabkan bercak putih pada kulit (vitiligo).

4. Asam Retinoat/Tretinoin/Retin-A

Beberapa produk yang kerap ditemukan mengandung asam retinoat antara lain obat jerawat, krim pencerah kulit dan  peeling untuk pengelupasan kulit. Asam retinoat bekerja mengelupaskan  kulit mati sehingga membuat kulit lebih tipis yang memberikan efek mencerahkan dan menghilangkan kusam.  Namun, penggunaan yang tidak terkontrol dapat menimbulkan efek samping antara lain kulit kering dan bersisik, timbul rasa gatal, rasa terbakar, serta kemerahan dan terasa panas. Selain itu, kulit menjadi lebih sensitif terhadap pajanan sinar matahari.

5. Resorsinol

Resorsinol termasuk dalam golongan obat keras yang dilarang penggunaannya pada produk perawatan kulit. Penggunaan resorsinol diperbolehkan hanya sebagai bahan pengoksidasi warna pada pewarna rambut, sampo, dan losion untuk rambut. Penggunaan resorsinol dosis tinggi dapat menyebabkan kulit kemerahan dan iritasi. Apabila bahan ini terserap dalam jumlah besar ke dalam peredaran darah, dapat pula menyebabkan sakit kepala, mual, hingga muntah.

 

Selain bahan-bahan tersebut di atas, Anda juga perlu mewaspadai kandungan bahan pewangi dan pewarna seperti merah K3 dan rhodamin dalam kosmetik yang juga berbahaya.

Bahan-bahan aktif seperti hidrokuinon, tretinoin, dan resorsinol dalam konsentrasi tertentu diresepkan oleh dokter spesialis kulit dan kelamin untuk pengobatan.  Penggunaannya pun harus terkontrol dan diawasi oleh dokter. Untuk itu, sebelum memutuskan untuk menggunakan kosmetik dengan kandungan tertentu, berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter kulit, agar Anda mendapat produk yang aman.

Produk perawatan wajah dan kosmetik  berbahan alami yang tersedia di pasaran dengan kandungan dan manfaat yang jelas, produsen yang terpercaya, serta terdaftar di BPOM dapat pula digunakan sebagai salah satu pilihan untuk menghindari bahan-bahan berbahaya.

 

Baca juga: Jangan Asal Pilih Produk Pencerah Wajah. Pilih Yang Mengandung Bahan Alami