PERDOSKI

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN INDONESIA

Indonesian Society of Dermatology And Venereology (ISDV)


04 November 2017

Gejala Awal Lepra Seringkali Tidak Terasa, Ini Yang Perlu Anda Ketahui

Share:

Penyakit lepra atau dulu dikenal dengan kata kusta memang sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Jika Anda hidup di tahun-tahun tersebut dan menderita lepra sudah pasti Anda akan dianggap telah melakukan dosa besar tak terampuni, sehingga mendapatkan hukuman dari Yang Maha Kuasa. Anda pun akan dikucilkan, karena secara fisik ‘hukuman’ ini membuat kulit terlihat mengerikan. Padahal lepra sendiri disebabkan oleh bakteri ditularkan melalui udara dari cairan hidung serta kontak yang erat dan lama dengan pengidapnya.  Jadi penyakit ini tak ada hubungannya sama sekali dengan dosa atau kutukan.

Gejala Lepra

Lepra atau dalam bahasa medisnya disebut morbus hansen, cenderung tidak mudah dideteksi. Ini disebabkan pada kenyataan bahwa Mycobacterium leprae membutuhkan waktu sekitar 2 hingga 10 tahun untuk berkembang di dalam tubuh manusia, sehingga gejala visual kusta muncul amat sangat lambat. Jika bakteri penyebab lepra tersebut bekerja, maka gejala lepra ini yang akan terlihat:

  • Timbul bercak putih pada kulit, awalnya terlihat sedikit, lama kelamaan semakin banyak dan melebar.
  • Kulit menebal dan mati rasa. Anda tidak lagi dapat merasakan rasa sakit saat kulit terluka atau terbakar.

Pada tahap selanjutnya dapat terjadi:

  • Perubahan pada wajah, terlihat berbenjol-benjol dan tegang.
  • Timbul kerusakan pada mata.
  • Pada kasus yang sudah parah, penderita dapat kehilangan jari jemari.
  • Otot menjadi lemah dan pada akhirnya dapat menyebabkan kelumpuhan.

Lepra sendiri di fase awal, menyerang bagian tangan, kaki, dan wajah terlebih dahulu. Baru kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Penyakit ini ditakuti karena dapat menyebabkan cacat dan kelumpuhan.

Penanganan Penyakit Lepra

Setelah diagnosis penyakit ini ditegakkan melalui berbagai pemeriksaan fisik oleh dokter, serta ditunjang dengan pemeriksaan laboratorium, dapat segera dilakukan pengobatan. Jika dulu penyakit lepra sulit disembuhkan, kini mudah diatasi dengan majunya perkembangan di dunia medis. Penyakit lepra dapat disembuhkan dengan menggunakan antibiotik. Antibiotik berfungsi untuk membunuh bakteri penyebab lepra, dan diminum dengan jangka waktu tertentu sesuai diagnosis dokter.  Terkadang diperlukan pula obat yang mengandung steroid untuk memodifikasi  mengurangi inflamasi serta memperbaiki jaringan kulit. Penyakit lepra sangat mungkin untuk disembuhkan. Namun begitu, kasus yang terlambat dideteksi dapat menyebabkan cacat fisik.

Karena kulit mati rasa, pengidap kusta wajib melindungi dirinya untuk mengurangi risiko terjadinya luka misalnya dengan menggunakan sepatu untuk melindungi kaki, memakai sarung tangan untuk bekerja apabila bekerja dengan barang panas atau tajam. Selain itu, wajib pula untuk memeriksa diri sendiri setiap hari untuk melihat apakah ada memar, luka, ataupun borok. Perawatan kulit sehari-hari dilakukan dengan merendam tangan dan kaki serta dioleskan minyak agar tidak kering dan mudah terluka.

 

Jika daya tahan tubuh Anda kurang baik, Anda dapat mengurangi faktor risiko penyakit lepra, yaitu dengan:

Usahakan untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan.

Berusaha untuk selalu makan makanan bergizi seimbang.

Tidak terlalu lama menghabiskan waktu di di kawasan endemik kusta.

Tidak melakukan kontak fisik dengan penderita lepra secara rutin dan dalam jangka waktu lama