PERDOSKI

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN INDONESIA

Indonesian Society of Dermatology And Venereology (ISDV)


31 October 2017

Selulit dan Stretch Mark, Apa Bedanya?

Selulit dan Stretch Mark, Apa Bedanya?

Share:

Selulit dan stretch mark pada tubuh adalah hal yang umum terjadi pada perempuan. Keduanya tak berbahaya. Namun, kehadiran selulit dan stretch mark bisa mengurangi percaya diri saat harus menggunakan pakaian renang atau celana pendek.

Apa itu Selulit?

Selulit adalah gumpalan lemak yang terperangkap di bawah lapisan kulit sehingga menimbulkan efek kulit jeruk. Banyak yang mengira selulit terjadi pada orang gemuk saja. Padahal, selulit tak selalu terjadi akibat kelebihan berat badan. Selulit bisa terjadi pada mereka yang bertubuh langsing. Umumnya selulit terjadi di wilayah perut, bokong, paha, dan lengan.

Gumpalan lemak yang berada di antara jaringan ikat fibrosa kulit dan lapisan otot di bawahnya membuat kulit terdorong ke atas, sementara jaringan ikat tertekan ke bawah. Oleh karena itu selulit bermunculan dan membentuk gelambir yang membuat kulit tidak rata dan berbenjol-benjol.

Selain kelebihan berat badan, selulit juga dapat terjadi karena beberapa faktor seperti: genetik, perubahan hormon, metabolisme tubuh melambat, pertambahan usia, kurang gerak, asupan karbohidrat berlebih, dehidrasi dan pasca melahirkan. Selulit dapat pula terjadi pada pria meskipun agak jarang.

Apa Bedanya dengan Stretch Mark?

Sekitar 90% wanita hamil memilki stretch mark. Berbeda dengan selulit, stretch mark tampak seperti guratan berwarna merah yang kelamaan akan berubah menjadi putih. Stretch mark terjadi karena peregangan kulit akibat tubuh berkembang melebihi batas elastisitas kulit.

Ketika kulit meregang dengan cepat akibat berat badan bertambah secara drastis, lapisan tengah kulit atau dermis akan menipis sehingga lapisan di bawahnya muncul ke permukaan. Inilah mengapa wanita hamil amat rentan mengalami stretch mark. Namun demikian, stretch mark tak terjadi pada wanita hamil saja. Anak-anak, remaja pada masa puber, hingga pria dewasa pun dapat mengalaminya.

Stretch mark paling sering terjadi saat berat badan bertambah dengan cepat. Namun pada beberapa kasus, berat badan yang berkurang secara drastis pun dapat menyebabkan stretch mark. Orang yang memiliki jumlah kolagen sedikit, lebih berpotensi mengalami stretch mark.

Penanganan Selulit dan Stretch Mark

Walaupun tak berbahaya, memiliki selulit dan stretch mark kerap membuat perempuan resah karena mengganggu penampilan. Ada cara-cara alami untuk menyamarkan selulit dan stretch mark, di antaranya dengan menjaga berat badan, rajin berolahraga terutama berlatih di wilayah kulit yang selulit, serta menjaga pola makan sehat dan diet seimbang. Cara lain juga dapat dilakukaan bila selulit dan stretch mark Anda tak kunjung hilang.

Beberapa cara ini bisa Anda tempuh untuk menyamarkan selulit:

  • Krim. Menggunakan krim mengandung retinol dan kafein yang dipercaya bisa menyamarkan selulit. Pengolesan krim memerlukan waktu yang cukup lama sampai memberikan hasil, dapat dikombinasi dengan pemijatan untuk memaksimalkan absorbsi krim tersebut.
  • Pijat. Anda dapat melakukan cara konservatif berupa pemijatan yang bertujuan untuk meningkatkan sirkulasi darah.
  • Sedot lemak. Tindakan ini dinilai cukup efektif dan cepat mengatasi selulit. Lemak berlebihan disedot menggunakan alat khusus untuk tindakan tersebut. Sedot lemak harus dilakukan oleh dokter yang ahli dan berpengalaman di bidang ini karena merupakan tindakan bedah yang cukup berisiko.
  • Laser, radiofrekuensi, dan ultrasound. Perawatan dengan cara ini dapat menjadi pilihan lain untuk penanganan selulit dan harus dilakukan oleh tenaga ahli.

Berikut ini cara-cara untuk menghilangkan stretch mark:

  • Krim penghilang stretch mark. Kini krim penghilang stretch mark banyak dijual di pasaran dan beberapa di antaranya dapat Anda peroleh tanpa resep dokter. Pilihlah krim paling aman dan yang berpotensi membantu pertumbuhan kolagen sehingga hasilnya lebih maksimal dan kulit lebih sehat.
  • Laser. Terapi laser digunakan untuk menyamarkan guratan sehingga warna menjadi lebih serupa dengan kulit.
  • Mikrodermabasi. Perawatan dengan mengaplikasikan kristal untuk menghilangkan bekas-bekas guratan sehingga permukaan kulit tampak lebih bersih.

Semakin dini ditangani, kemungkinan hilangnya stretch mark semakin besar.

 

Meskipun penanganan selulit dan stretch mark sangat beragam dan bisa dilakukan melalui tindakan medis, namun pilihlah cara alami yang paling aman dan direkomendasikan oleh dokter.

 

Baca juga: Anda Punya Keloid? Begini Cara Mengatasinya