PERDOSKI

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN INDONESIA

Indonesian Society of Dermatology And Venereology (ISDV)


25 October 2017

Ternyata Rambut Kemaluan Juga Bisa Kutuan. Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Share:

Wah, ternyata rambut kemaluan juga bisa kutuan, lho. Jika sampai ada kutu berkembang biak di rambut kemaluan, maka di daerah tersebut biasanya akan sering terasa sangat gatal. Kutu yang bersarang di rambut kemaluan ini sangat mungkin berpindah ke rambut bagian tubuh lain seperti di area perut, dada, ketiak, atau bahkan jenggot. Pada anak-anak kutu tersebut juga sering ditemukan di daerah alis dan bulu mata. Waduh…

Tentang Kutu Kemaluan dan Penularannya

Kutu kemaluan merupakan istilah umum dari parasit Phthirus pubis. Kutu kemaluan berukuran panjang 1-2 mm dan terlihat berbentuk seperti kepiting. Phthirus pubis menghisap darah sebagai cara ia bertahan hidup.

Parasit ini paling sering ditularkan selama aktivitas seksual sehingga digolongkan pula sebagai infeksi menular seksual. Kontak erat orang tua dengan anaknya dapat pula menularkan kutu ini. Selain itu, bisa juga berpindah melalui sisir, seprai, selimut, handuk, atau pakaian yang terkontaminasi. Orang yang memiliki infeksi menular seksual banyak yang memiliki kutu kemaluan.

Pada saat pemeriksaan medis, penegakan adanya kutu di rambut kemaluan bisa dikonfirmasi melalui pemeriksaan visual. Bila terlihat ada Phthirus pubis yang bergerak, maka Anda positif memiliki kutu di rambut kemaluan. Apabila tidak ditemukan kutu dewasa, pemeriksaan mikroskopis biasanya dapat menemukan adanya telur kutu yang menempel pada batang rambut, dekat dengan permukaan kulit.

Pengobatan untuk Kutu Kemaluan

Kutu rambut kemaluan tidak dapat diatasi dengan obat kutu biasa yang tersedia di apotek atau toko obat. Biasanya dokter akan meresepkan obat-obat seperti berikut ini:

1. Permetrin. Obat berbentuk krim ini cara pemakaiannya cukup mudah. Oleskan saja ke area yang terkena dan cuci bersih setelah 10 menit.

2. Lindane. Pengobatan ini biasanya diresepkan hanya bila perawatan lainnya tidak berhasil. Karena cukup keras, lindane tidak disarankan untuk wanita hamil atau menyusui, bayi atau anak kecil, dan orang lanjut usia.

3. Ivermektin (Stromectol). Obat ini adalah obat minum. Hindari mengonsumsi obat ini tanpa resep dari dokter, karena dosis biasanya ditentukan oleh berat badan, kondisi medis, dan respon terhadap pengobatan.

Jika kutu kemaluan ditemukan di bulu mata dan alis, Anda bisa mengatasinya dengan mengoleskan  petroleum jelly dengan hati-hati menggunakan kapas di malam hari, lalu cuci di pagi hari. Pengobatan ini mungkin perlu diulang selama beberapa minggu. Hati-hati dalam menggunakannya, jangan sampai kena mata karena bisa menyebabkan iritasi.

Jika Anda merasa gatal yang berkesinambungan pada area rambut kemaluan, segeralah periksa ke dokter. Kutu kemaluan yang tidak diatasi dapat menyebabkan:

  • Perubahan warna kulit. Pada kulit bisa timbul bintik biru pucat akibat gigitan kutu yang dapat menetap selama beberapa hari.
  • Infeksi sekunder Jika gigitan kutu menyebabkan Anda menggaruk area tersebut dan menimbulkan luka terbuka, maka Anda rentan terhadap infeksi bakteri.
  • Iritasi di area mata. Anak-anak yang memiliki kutu kemaluan pada bulu mata mereka dapat menderita blefaritis.

Kontak dengan pasangan seksual sebaiknya dihindari sampai keduanya diterapi dan dinyatakan sembuh. Pakaian, sprei, handuk, selimut, dan lain-lain sebelum dicuci, direndam terlebih dahulu dengan air panas dan harus diseterika. Pemeriksaan dan pengobatan pada seluruh anggota keluarga berfungsi memutuskan mata rantai penularan.