PERDOSKI

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN INDONESIA

Indonesian Society of Dermatology And Venereology (ISDV)


04 October 2017

Pro Kontra Jemur Bayi. Masihkah Jadi Aktivitas Wajib?

Share:

Sering kita mendengar pesan-pesan yang membuat kita harus menjemur bayi, terutama bayi baru lahir di bawah sinar matahari pagi, agar bilirubin darah dan bayi tidak kuning. Sinar matahari memang bagus dan sangat bermanfaat bagi manusia untuk sintesis vitamin D pada kulit.

Bahaya UVA dan UVB

Namun bagaimana dengan kondisi saat ini, lapisan atmosfer bumi mulai menipis dan radiasi UVA dan UVB malah jadi membahayakan? Apakah menjemur bayi terutama yang baru lahir kemudian harus segera dihentikan?  Seperti diketahui, kulit bayi lebih tipis daripada kulit orang dewasa dan fungsi kulit tertentu pada bayi belum maksimum, terutama pembentukan pigmen melanin saat terpapar sinar matahari.  Oleh karena itu, bayi bisa lebih mudah terkena sunburn dan dehidrasi.

Seperti yang diketahui, sinar UVA dan UVB dapat membuat kulit mengalami luka bakar, dehidrasi, hingga kanker kulit. Terutama pada bayi yang kulitnya masih sangat sensitif.

Jadi bolehkah menjemur bayi?

Menjemur bayi di bawah sinar matahari langsung, tanpa memakai baju tidak lagi dianjurkan. Namun untuk merangsang pembentukan vitamin D, cukup dengan paparan sinar matahari pagi (dengan berpakaian) selama 10 menit saja.  

Oleh karena itu, agar si kecil tetap mendapatkan efek baik dari sinar matahari, tetap dianjurkan untuk melakukan aktivitas di luar rumah dengan menghindari paparan matahari langsung serta menghindari saat matahari paling kuat yaitu antara jam 09.00 - 16.00 dengan memperhatikan beberapa tips di bawah ini.

  1. Hindari sinar matahari langsung di antara jam 9 pagi hingga jam 4 sore.
  2. Hindari membiarkan bayi terkena sinar matahari langsung. Jika Anda jalan-jalan menggunakan stroller, pasang kanopinya agar bayi terlindungi namun tetap mendapatkan manfaat sinar matahari.
  3. Hindari menjemur bayi telanjang di bawah sinar matahari langsung.
  4. Pakaikan pakaian yang menutupi tubuhnya berbahan ringan dan mudah menyerap keringat. Tutupi lengan dan kaki bayi Anda dengan pakaian ringan berwarna terang. Warna terang mencerminkan panas dan menjaga kulit lebih dingin daripada pakaian berwarna gelap yang mudah menyerap panas.
  5. Di area terbuka, pakaikan topi lebar yang melindungi area kulit leher dan sebagian besar wajahnya.
  6. Untuk bayi berusia diatas 6 bulan, oleskan tabir surya khusus untuk anak dengan minimal SPF 30 dan PA ++  atau  berlabel broad spectrum yang artinya memiliki perlindungan terhadap sinar UVA dan UVB.
  7. Untuk bayi di bawah usia 6 bulan, direkomendasikan untuk melindungi kulit dengan menggunakan pakaian yang menutupi tubuhnya, topi, dan kaca mata. Minimalkan penggunaan tabir surya. Namun bila sinar matahari tak dapat dihindari, gunakan sunscreen minimal SPF15 di area yang terkena matahari saja.
  8. Jika bilirubin bayi baru lahir cenderung tinggi, kembalilah pada dokter anak dibanding menjemurnya di bawah sinar matahari. Bisa jadi bayi Anda butuh rawat inap dan mendapatkan fototerapi.