PERDOSKI

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN INDONESIA

Indonesian Society of Dermatology And Venereology (ISDV)


02 October 2017

Vitiligo dan Albinisme, Apa Bedanya?      

Perbedaan Vitiligo dan Albinisme

Share:

Vitiligo dan albinisme merupakan suatu kelainan akibat kurangnya pigmen melanin dalam tubuh, sehingga kulit menjadi lebih terang atau pucat. Pigmen adalah zat warna tubuh yang bertugas memberi warna untuk kulit, mata, dan rambut. Warna kulit manusia dipengaruhi oleh pigmen bernama melanin. Pada kondisi vitiligo dan albinino, sel-sel pembentuk melanin berhenti berfungsi atau mati.

Meskipun cirinya serupa dan disebabkan oleh faktor yang sama yaitu kekurangan melanin, namun ada perbedaan di antara keduanya.

Vitiligo dapat terjadi di segala usia, sedangkan albinisme terjadi sejak lahir

Vitiligo dapat terjadi pada manusia di segala usia. Namun sebagian besar, penderita mengalaminya sebelum usia 20 tahun. Kemunculan vitiligo ditandai dengan hilangnya warna kulit alami dan munculnya bercak-bercak berwarna terang pada sebagian kulit atau salah satu sisi tubuh. Selain kulit, vitiligo juga dapat menyerang rambut, area mata dan mulut.

Albinisme terjadi pada seseorang sejak ia lahir. Penderita albinisme lahir dalam kondisi kekurangan atau sama sekali tidak memiliki pigmen melanin, sehingga kulit, rambut, mata terlihat sangat putih atau pucat.

Perbedaan warna tubuh vitiligo dan albinismie

Orang yang mengalami vitiligo umumnya masih memiliki warna kulit alami. Ketika sel-sel pembentuk melanin berhenti berfungsi, saat itulah bercak-bercak putih pada kulit muncul. Penderita terlihat memiliki dua warna kulit, yang lebih gelap yaitu warna kulit asal, dan putih pucat yang sudah terserang vitiligo. Kebanyakan penderita vitiligo masih memiliki warna rambut alami.

Sedangkan pada penderita albinisme, warna kulit merata seluruhnya, yaitu berwarna putih pucat. Pemilik kelainan kulit ini tidak memiliki warna alami kulit sejak lahir. Rambutpun pada umumnya berwarna pirang atau pucat.

Vitiligo dapat disebabkan oleh faktor genetik, sementara alibinisme disebabkan oleh faktor genetik yaitu mutasi gen

Terjadinya vitiligo disebabkan oleh matinya sel melanosit yang bertugas memproduksi warna pada kulit. Penyebab matinya sel tersebut dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti genetik atau keturunan, penyakit autoimun, dan faktor eksternal seperti terbakar sinar matahari, atau bahan kimia.

Albinisme disebabkan oleh faktor genetik atau keturuan yang mengakibatkan perubahan atau mutasi pada salah satu gen yang tugasnya adalah membantu produksi melanin oleh sel-sel melanosit di dalam kulit dan mata. Mutasi gen ini mengakibatkan produksi melanin menjadi terganggu. Bisa jadi menurun drastis, atau tidak berproduksi sama sekali.

Gangguan mata pada vitiligo dan albinisme

Penderita vitiligo dan albinisme, amat rentan mengalami gangguan mata sebagai komplikasi dari kelainan kulit ini.

Meski umumnya memiliki mata normal, namun penderita vitiligo dapat mengalami masalah peradangan pada iris, atau disebut juga iritis.

Komplikasi mata yang timbul akibat albinisme antara lain nistagamus, yaitu gerakan ritmik tanpa kontrol, dari sisi ke sisi atau dari atas ke bawah, rabun jauh dan rabun dekat, serta mata silindris dan juling. Mata penderita albinisme sangat sensitif terhadap cahaya.

Pengobatan vitiligo dan albinisme

Meskipun tidak berbahaya dan tidak menular, kelainan kulit vitiligo dan albinisme dapat menurunkan rasa percaya diri penderita, bahkan tak jarang menimbulkan stres.

Pada kasus vitiligo, bila gejala awal dapat terdeteksi dan segera mendapatkan penanganan yang tepat, penyakit ini dapat dicegah untuk berkembang pada tubuh penderita.

Vitiligo tidak dapat disembuhkan. Pengobatan pada vitiligo ditujukan untuk memperbaiki penampilan kulit. Anda dapat menggunakan tanning lotion untuk menggelapkan warna kulit pada bagian yang terkena vitiligo. Namun, Anda juga akan memerlukan tabir surya, karena kulit yang terdiagnosa vitiligo sangat mudah terbakar matahari karena tak memiliki melanin yang cukup untuk menangkal efek buruk sinar ultraviolet.

Albnisme juga tidak dapat disembuhkan, sehingga pengobatan untuk penderita albinisme  hanya ditujukan untuk melindungi kulit dan memaksimalkan indra penglihatan penderita. Saat keluar rumah, gunakan selalu kaca mata hitam (dengan perlindungan UV) dan kenakan pakaian lengan panjang dan tabir surya untuk mencegah kulit terbakar.