PERDOSKI

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN INDONESIA

Indonesian Society of Dermatology And Venereology (ISDV)


20 September 2017

Ternyata Bayi Pun Bisa Mengalami Keputihan. Ini Penyebabnya

Ternyata Bayi Pun Bisa Mengalami Keputihan. Ini Penyebabnya

Share:

Perempuan di usia berapapun ternyata tak luput dari keputihan. Tak terkecuali bayi. Pada umumnya, keputihan yang dialami bayi berhubungan dengan pengaruh hormonal ibu dan kebersihan kelamin anak, dan bukan merupakan infeksi.

Apa penyebab keputihan pada bayi?

Vagina yang kurang bersih rentan menyebabkan keputihan pada bayi. Orang tua harus memperhatikan cara membersihkan area kelamin bayi dengan benar. Membersihkan vagina harus dari depan, bukan dari belakang. Cara yang keliru dapat membawa sisa kotoran seperti bakteri atau spora di anus masuk ke dalam vagina dan memicu keputihan.

Anda mungkin sudah tahu, kondisi basah atau lembap adalah tempat ideal untuk berkembangnya jamur. Penggunaan popok sekali pakai dalam waktu lama dapat menyebabkan jamur bertumbuh dan terjadi keputihan. Selingi dengan menggunakan popok kain agar area kelamin bayi tak terlalu lembap. Bila bayi sudah lebih besar, sebaiknya gunakan celana dalam dan rutin menggantinya agar tetap kering.

Tak jarang orang tua membubuhkan bedak pada kelamin bayi. Padahal, area kelamin bayi yang lembap, jika terkena bedak, akan semakin kotor. Kuman semakin mudah masuk dan mudah menyebabkan infeksi. Bila infeksi terjadi dalam waktu yang lama, tentunya akan timbul komplikasi yang serius..

Bagaimana mencegahnya?

Untuk mengatasi dan mencegah keputihan, lakukan cara berikut:

  • Pastikan kondisi kelamin bayi selalu kering.
  • Bersihkan vagina dengan benar yaitu dengan membersihkan dengan kapas basah dari depan ke belakang bukan sebaliknya. Hindari penggunaan tisu, karena tisu mudah sobek dan meninggalkan serpihan di dalam vagina.
  • Bersihkan juga area anus dengan seksama untuk memperkecil kemungkinan sisa kotoran masuk ke vagina bayi.
  • Ganti popok bayi secara rutin 3-4 jam sekali agar tak lembap.
  • Hindari penggunaan bedak di area kelamin bayi.

Meskipun umumnya tak berbahaya, Anda tetap perlu waspada jika terjadi keputihan yang berulang dan perhatikan jumlah keputihannya. Bila banyak, berbau dan berubah warna, Anda perlu periksa ke dokter untuk mengetahui penanganan lebih lanjut.

Baca juga: Kerak Kepala Bayi, Dibersihkan atau Dibiarkan?