PERDOSKI

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN INDONESIA

Indonesian Society of Dermatology And Venereology (ISDV)


14 September 2018 | 14:57 WIB

Jenis-jenis Biopsi Kulit dan Manfaatnya

Share:

Jika Anda diminta untuk melakukan biopsi, bisa jadi hal ini terdengar menakutkan. Namun, Anda tak perlu terlalu khawatir karena sebagian besar prosedur biopsi tidak sakit dan memiliki risiko rendah.

Biopsi merupakan tindakan pengambilan sebagian kecil jaringan kulit atau jaringan lain atau organ tubuh lain untuk dilakukan pemeriksaan di laboratorium.

Tujuan biopsi sebenarnya untuk menegakkan diagnosis secara pasti apakah jaringan tersebut mengandung sel-sel abnormal, mengalami proses infeksi atau gangguan lainnya. Hasil biopsi sangat membantu dokter untuk mendiagnosis sekaligus menentukan langkah tepat dalam melakukan pengobatan.

Mengapa perlu biopsi?

Umumnya biopsi dikenal sebagai salah satu langkah pemeriksaan ketika ditemukan benjolan tidak wajar atau tidak normal pada tubuh. Biopsi digunakan sebagai pemeriksaan lebih lanjut, untuk menjawab kecurigaan dokter, apakah ada jaringan berbahaya yang berpotensi kanker, infeksi kronik tumor, penyakit kelenjar getah bening, dan lain-lain.

Jangan khawatir kalau dokter meminta Anda biopsi, Anda belum tentu terkena kanker. Dokter ingin menguji apakah kelainan tubuh Anda itu akibat sel kanker atau non kanker dan menegakkan diagnosis.Tindakan biopsi ini dapat dilakukan pada berbagai organ tubuh termasuk di kulit. Berikut ini akan dibahas beberapa jenis biopsi kulit.

BACA JUGA: Amankah Kandungan DEET Pada Anti Serangga untuk Bayi & Balita?

Jenis-jenis biopsi kulit

Biopsi ada beberapa jenis. Hanya dokter yang menentukan biopsi Anda akan menggunakan jenis apa dan dilakukan di bagian kulit mana.

Pasien yang menjalani biopsi tidak butuh persiapan khusus. Cukup konsultasi ke dokter saja. Dan selama tindakan biopsi, pasien akan dilakukan tindakan anestesi lokal, sehingga tidak akan merasakan sakit saat tindakan tersebut.

Berikut beberapa jenis biopsi kulit yang sering dilakukan:

Biopsi plong (Punch biopsy)

Biopsi jenis ini paling sering digunakan di tempat praktik dokter kulit. Selain untuk kepentingan diagnosis kondisi kulit, biopsi ini juga digunakan untuk terapi, misalnya untuk menghilangkan tahi lalat ukuran kecil.

Prosedur biopsi ini dilakukan  menggunakan alat khusus, berbentuk seperti tabung kecil dengan bagian tajam pada ujungnya, untuk mengambil jaringan kulit dengan diameter tertentu sehingga jaringan kulit yang terambil akan berbentuk lingkaran.  Tindakan penjahitan diperlukan apabila diameter kulit yang diambil cukup lebar.

Biopsi cukur (shave biopsy)

Prosedur dari tindakan biopsi shave adalah memotong tipis bagian atas kulit menggunakan pisau bedah. Teknik ini lazim digunakan untuk  kelainan kulit yang bentuknya seolah bertangkai seperti keratosis seborroik, kutil, papiloma, skin tag, atau keratosis aktinik.

Biopsi Eksisi

Biopsi eksisi dilakukan agar dapat mengambil jaringan kulit lebih luas. Tindakan biopsi ini dilakukan menggunakan pisau bedah dengan luas tertentu dan memerlukan penjahitan sesudahnya.

Setelah biopsi, jaringan kulit tersebut akan dibawa ke laboratorium patologi anatomi untuk diwarnai dan diperiksa menggunakan mikroskop sebagai penunjang diagnostik.

BACA JUGA: Pelaku Seks Aktif, Hati-Hati Dengan Ini

Apa saja risiko dari biopsi?

Tindakan biopsi termasuk tindakan dengan risiko rendah. Risiko yang paling umum adalah sedikit pendarahan dan infeksi. Namun setelah sayatan dijahit, pendarahan akan berhenti. Sedangkan infeksi dapat  terjadi akibat perawatan luka bekas biopsi yang kurang baik. Infeksi bisa dicegah dengan pemberian obat-obatan dan perawatan luka.. Risiko lain adalah adanya bekas luka pada bagian kulit. Namun, mengingat pentingnya, biopsi sering kali harus tetap dilakukan. Penegakan diagnosis yang tepat akan membantu penanganan terhadap pasien.

Jl. Salemba I No.9, RT.4/RW.6, Kenari, Senen
Kota Jakarta Pusat
Daerah Khusus Ibukota Jakarta
10430