PERDOSKI

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN INDONESIA

Indonesian Society of Dermatology And Venereology (ISDV)


10 September 2018 | 10:00

10 Produk Pemicu Ruam pada Kulit Bayi

Share:

Bayi dikenal memiliki kulit yang halus, lembut, dan wangi khas bayi. Namun dibalik kelembutannya, kulit bayi terbilang rapuh dan sensitif. pH atau tingkat keasamannya pun netral, sehingga membuat kulitnya belum berfungsi maksimal untuk melindungi kulit dari bakteri.

Ya, memang jaringan kulitnya belum berkembang secara sempurna. Itu sebabnya kulit bayi rawan terhadap ruam, eksim, dan iritasi. Anda salah pilih produk perawatan bayi saja langsung tercetus alergi, ruam, eksim, dan iritasi.

Di luar sana, banyak produk khusus untuk bayi yang menawarkan perawatan terbaik, namun nyatanya tidak begitu. Karena tak sedikit kasus bayi iritasi akibat menggunakan produk perawatan bayi tersebut.

Untuk menjaga agar kulit si kecil terawat dan bebas dari masalah penyakit, perhatikan kandungan beberapa produk berikut yang sangat dekat dengan kehidupan si kecil.

Sabun mandi

Beberapa sabun yang ada di pasaran diberi label aman untuk bayi. Namun cek lagi, apakah ada kandungan Sodium Lauryl Sulfate (SLS)  atau Sodium Laureth Sulfate (SLES) sebagai bahan pembersih kulit dan  yang membuat sabun berbusa. Kedua bahan ini dapat mengakibatkan ruam kemerahan / iritasi pada kulit bayi.  Sebaiknya pilih sabun yang NON SLS/ SLES. Selain itu perlu di cek apakah ada kandungan Formaldehyde-nya. Zat ini merupakan salah satu zat pengawet yang bisa membuat kulit, mata, bahkan paru-paru anak terkena iritasi. Hati-hati bagi anak yang sensitif atau sudah memiliki masalah dengan eksim. Jauhkan zat ini dari mereka, khususnya yang memiliki bakat asma dan alergi. Bakat-bakat ini dapat memicu peradangan pada kulit.

Sabun antibakteri

Klaim yang beredar adalah sabun antibakteri dianjurkan untuk melindungi kesehatan keluarga Anda. Namun apakah hal ini berlaku juga untuk bayi? Pasalnya ada beberapa bahan tertentu, seperti triclosan dapat menyebabkan iritasi, terutama bagi bayi yang memiliki kulit sensitif. Selain itu sabun antibakteri cenderung membuat kulit menjadi kering, sehingga mudah terjadi iritasi/alergi.   Oleh karena itu sebaiknya sabun seperti ini hanya digunakan bila memang diperlukan, misalnya infeksi kulit.

Sampo dan kondisioner

Ada beberapa kasus anak yang sensitif dengan sebuah produk sampo atau kondisioner. Apa sebabnya? Ternyata beberapa ahli mencurigai beberapa zat seperti phthalates, formaldehyde, dan 1,4 dioxane sebagai penyebabnya, selain pewangi.

Untuk antisipasi hal ini, Anda rajin membaca kembali label kandungannya. Baiknya memang pilih produk sampo dan kondisioner yang terbuat dari bahan-bahan alami dan bebas pewangi. Jangan lupa, baca tanggal kadaluwarsanya. Produk yang sudah kadaluwarsa juga penyebab datangnya alergi atau iritasi.

Losion dan krim

Ada banyak jenis kosmetika bayi yang banyak beredar di pasaran, salah satunya adalah losion. Layaknya losion yang dipakai orang dewasa, losion bertujuan untuk membuat kulit menjadi lebih lembab dan halus. Namun, losion untuk bayi yang ditambahkan pewangi bisa menyebabkan ruam, apalagi bayi yang sudah punya masalah dengan alergi atau eksim.

Hal ini berlaku juga dengan krim. Yang membedakan antara losion dan krim hanyalah kandungan airnya, losion lebih banyak mengandung air, itu sebabnya losion bertekstur lebih ringan dan encer. Untuk bahan dasarnya, umumnya keduanya sama.

SunScreen atau tabir surya

Idealnya sunscreen memang ditujukan untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Namun ternyata ada beberapa kandungan dari sunscreen yang dapat menyebabkan kulit bayi iritasi, sebut saja PABA (Para AminoBenzoic Acid). Oleh karena itu, untuk melindungi kulit bayi dari iritasi, pilih sunscreen yang bebas PABA. Pilih sunscreen yang mengandung Titanium Dioxide atau Zinc Oxide untuk bayi dan anak.

Untuk anak usia di atas6 bulan, pilih sunscreen yang bersifat broad spectrum atau mengandung SPF dan PA. Karena kandungan ini mampu melindungi kulit dari paparan UVA dan UVB. Rekomendasi minimun SPF 30 dan PA++. Sedangkan untuk bayi usia dibawah 6 bulan, gunakan baju lengan panjang, celana panjang, topi dan hindari pajanan matahari langsung.

Baby wipes

Baby wipes atau tisu khusus bayi ini dipastikan selalu ada di tas bayi dan tas para orangtua Mudah dibawa dan mudah digunakan, ini menjadi alasan para orangtua memilih baby wipes untuk membersihkan kotoran atau bekas BAB/BAK anak. Dibalik kelebihan baby wipes ini, Anda tetap perlu berhati-hati dengan kandungan di dalamnya.

Baby wipes yang mengandung alkohol dan pewangi sudah harus Anda buang dari list belanja. Pasalnya dua kandungan ini bisa menyebabkan munculnya alergi atau bahkan iritasi.

Kembali ke masa orangtua Anda dulu, Anda bisa memilih menggunakan handuk kecil basah yang lembut untuk membersihkan si kecil ketimbang baby wipes. Penggunaan handuk kecil pun tetap perlu diperhatikan. Pastikan simpan handuk basah di dalam kotak kedap udara agar terjaga kebersihannya.

Deterjen dan pelembut pakaian

Deterjen yang menawarkan aroma yang wangi, banyak busa, dan membuat pakaian lembut memang sangat menggoda. Tapi ternyata deterjen dengan tawaran tersebut justru mengandung  unsur kimia yang memicu reaksi alergi pada kulit anak.

Pilih deterjen cair yang rendah busa, dibandingkan deterjen bubuk untuk meminimalisir tertinggalnya residu yang tertinggal pada pakaian.  Deterjen dengan soda api paling rendah dan bebas parfum juga perlu jadi pilihan Anda agar si kecil terhindar dari reaksi gatal atau alergi yang ditandai munculnya ruam.

Untuk si kecil yang memiliki kulit sensitif, sebaiknya tidak menggunakan pelembut pakaian atau deterjen 2in1 dengan pelembut pakaian. Pelembut pakaian biasanya mengandung pewangi seperti Limonene dan Benzyl acetate, pencetus iritasi pada kulit, mata, hidung, dan tenggorokan.

Obat pembunuh/penghalau serangga

Yang perlu diperhatikan ketika Anda mau membunuh serangga, tidak menyemprotkan obat pembunuh serangga di dekat si kecil atau minimal berikan jeda selama 2 jam sebelum si kecil ada di ruangan tersebut. Sedangkan untuk obat penghalau serangga yang diaplikasikan di kulit, pastikan produk tidak mengandung DEET. Bahan kimia ini memiliki dampak alergi dan iritasi pada kulit si kecil. Perhatian, untuk bayi berusia kurang dari dua bulan sebaiknya tidak menggunakan obat penghalau nyamuk yang diaplikasikan ke tubuh.

Cairan pembersih perabot rumah

Produk pembersih perabotan rumah tentu sangat membantu Anda membuat perabotan di rumah bersih, berkilau, dan bebas kuman. Namun ada beberapa zat kimia seperti Alkylphenol ethoxylates (APEs)  dan zat amonia yang bisa menyebabkan ruam dan iritasi pada kulit.

Anjuran beberapa pakar untuk membersihkan perabotan rumah secara alami bisa Anda tiru. Misalnya menggunakan larutan air, baking soda, dan cuka. Tiga bahan ini terbilang aman untuk kesehatan dan terbukti bisa membersihkan perabotan rumah.

Cairan pembersih lantai dan kamar mandi

Para ibu rasanya bahagia sekali kalau lihat lantai bersih, bebas kuman, dan wangi. Tiga hal ini menjadi perhatian para ibu karena mengingat ada si kecil yang memilih untuk bermain dan eksplorasi di lantai. Memakai cairan pembersih lantai adalah solusi para ibu. Namun, benarkah pemakaian cairan pembersih lantai sudah melindungi si kecil?

Lantai memang tampak bersih, tapi tahukah Anda kalau cairan pembersih lantai mengandung bahan kimia. Bagi kulit bayi dan anak, terutama mereka yang mempunyai bakat alergi / sensitif, seringkali kontak dengan bahan pembersih yang tersisa di lantai atau kamar mandi dapat menyebabkan ruam/ iritasi / alergi.  Oleh karena itu pastikan bahan-bahan ini dibilas dengan baik sehingga tidak tersisa di lantai / kamar mandi.   

Jl. Salemba I No.9, RT.4/RW.6, Kenari, Senen
Kota Jakarta Pusat
Daerah Khusus Ibukota Jakarta
10430