Si Mungil Kaya Serat dari Timur Tengah

Jika pernah mencicipi masakan negara Timur Tengah, Turki, India, dan Maroko pastilah mengenal lentil. Ya, lentil yang bernama latin Lens atau sering disebut juga Mercimek ini konon ditemukan oleh bangsa Egypt sekitar 2400SM. Kemudian bangsa Egypt membawa dan memperkenalkannya ke bangsa Yunani dan Roma.

Lentil ada tiga jenis, yaitu lentil kuning, hijau, dan merah. Rasanya yang lembut dan gurih membuat lentil kuning biasa digunakan dalam berbagai masakan seperti sup kental, campuran pada doner kebab, perkedel dan nasi. Biasanya kacang ini dijual dalam keadaan kering. Sebelum dimasak direndam dulu dalam air dingin. Setelah direbus dan empuk, tekstur dan rasanya gurih lembut mirip biji kacang hijau kupas.

Selain rasanya yang gurih dan lembut, lentil juga kaya akan serat, vitamin B dan protein. Di Timur Tengah sejak dulu lentil dipercaya sebagai makanan yang bisa manambah daya konsentrasi bagi anak-anak dan membuat mereka lebih rajin belajar. Sedangkan di India yang mayoritas masyarakatnya penganut vegetarian, lentil banyak digunakan dalam berbagai masakan karena seratnya yang tinggi. Bahkan kandungan dalam serat pada lentil juga dipercaya bisa menurunkan kadar gula dan kolestrol dalam tubuh.

Bagi mereka yang sedang berdiet, lentil menjadi makanan utama termasuk di beberapa negara dunia. Misalnya saja di Jerman, lentil banyak digunakan sebagai campuran salad. Di Indonesia meskipun kurang populer namun sejumlah masakan sering dikombinasikan dengan lentil, seperti salad dan sup kental. Di jakarta kacang lentil kering banyak dijual di pasar swalayan besar dalam bentuk kering dengan kemasan plastik. Atau bisa juga dibeli di toko bahan makanan India.

Related News