3rd Spring Meeting of the International Society for Dermatologic Surgery (ISDS)

Perkembangan teknologi kesehatan sangat cepat, mengharuskan semua profesi di bidang kesehatan di seluruh dunia untuk dapat menguasainya. International Society for Dermatologic Surgery (ISDS), berpusat di Jerman didirikan tahun 1978 karena  adanya kebutuhan untuk membentuk forum internasional bagi dokter-dokter spesialis kulit yang mengerjakan terapi bedah kulit.  Setiap tahun diadakan pertemuan rutin yang diselenggarakan bergantian di negara-negara anggota  ISDS dan dihadiri para ahli bedah kulit seluruh dunia untuk bertukar teknik bedah kulit yang baru,  melakukan standarisasi dan pengembangan  dalam bidang bedah kulit. Selain pertemuan tahunan ISDS juga menyelenggarakan Spring Meeting mulai tahun 2008 yang diselenggarakan di Boracay Island, Philippines.  Spring Meeting ke-2 di Bangkok, Thailand pada tahun 2009.
Pada tahun 2011 ini Indonesia, dalam hal ini diwakilkan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) untuk pertama kalinya berkesempatan menjadi tuan rumah Spring Meeting ISDS ke-3  dengan tema “Cutting edge dermatologic surgery in the Island of Gods” dengan Congress President  Dr. Lis Surachmiati, Sp.KK, dan Honorary President Prof. DR.dr. Mawarli Harahap, SpKK(K), pakar bedah kulit Indonesia yang telah mendapat pengakuan Internasional. Hal tersebut menunjukan ada pengakuan dari perhimpunan internasional dari bahwa kemampuan orang Indonesia sudah kelas dunia. Kongres ini diselenggarakan di Bali International Convention Centre, The Westin Resort, Nusa Dua Bali, Indonesia pada tanggal 7-9 April 2011 dan workshop pada tanggal 10 April 2011 di RS Sanglah, Denpasar Bali.
Spring Meeting ke-3 ini dihadiri oleh pembicara dari Indonesia, Austria, Canada, Jerman, Jepang, Filipina, Korea, Amerika Serikat, Belanda, Italia, Romania, Kuwait, Singapura, India, Yunani, Hungaria, dan Oman, serta dihadiri lebih dari 400 orang peserta, lebih dari 11 negara. Spring Meeting ke-3 ini dihadiri dan dibuka oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia yang diwakili oleh Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan, dr. Bambang Giatno, MPH dan mengundang Gubernur Propinsi Bali yang diwakili Kepala Kantor Propinsi Bali Kementretian Kesehatan Kesehatan RI.Tujuan pertemuan ilmiah ini untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi dokter spesialis kulit dan kelamin dalam melakukan tindakan bedah kulit di seluruh dunia dan khususnya di Indonesia.
Disampaikan beberapa hal mengenai masalah bedah kulit di Indonesia yaitu perlunya meningkatkan minat peserta program pendidikan dokter spesialis kulit dan kelamin dalam bidang bedah kulit. Untuk kepentingan masyarakat Indonesia, seorang spesialis kulit dan kelamin harus menguasai semua alternatif terapi  kulit termasuk bedah kulit. Dengan demikian sebagian besar kasus tumor ganas kulit dapat langsung ditangani dengan baik. Diharapkan seorang spesialis kulit dan kelamin dalam melakukan tindakan bedah kulit dilindungi secara hukum.  Selain itu dalam bidang bedah estetik kulit yang merupakan kebutuhan masyarakat dapat dilakukan dengan baik di Indonesia sehingga dapat menghemat devisa negara.  Sudah ada dokter Indonesia yang memiliki kemampuan tingkat Internasional yang hasil karya atau kemampuannya patut diajarkan pada seluruh dunia. Pemerintah akan mendukung pengembangan sumber daya manusia Indonesia yang dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang bertaraf dunia.
Kongres ini terdiri atas kuliah-kuliah dari para ahli bedah kulit dunia pada tanggal 7 sampai 9 April  dan demonstrasi teknik bedah kulit terkini pada Workshop pada tanggal 10 April. Topik yang dibahas pada hari pertama meliputi terapi penuaan kulit wajah dan badan, bagaimana cara melakukan bedah kulit, terapi jerawat dan jaringan parut akibat jerawat, terapi kelainan pembuluh darah balik, dan terapi terbaru kelainan pigmen. Pada hari kedua dibahas topik injeksi lemak autolog, laser fraksional, transplantasi rambut, sedot lemak, kasus kosmetik sulit, terapi stem cell, peeling kimia, dan filler.  Pada hari ketiga dibahas topik flap dan graft kulit, terapi laser vaskular, terapi bedah untuk pigmentasi, botox dan filler, bedah tumor kulit non melanoma, terapi bedah untuk peremajaan sekitar mata. Pelatihan atau workshop pada hari terakhir meliputi sedot lemak, blefaroplasti, filler, botox dan flap kulit. Kongres ini menghadirkan pembicara dan pelatih dari berbagai negara yang telah mendapat pengakuan Internasional diantaranya adalah Profesor Lawrence Marshall Field, dokter Gerhard Sattler, Profesor Eckhart Haneke, dokter Alina Fratilla, dokter Matthias Sandhoffer, dokter Kai Munthe, dokter Kei Negishi, dokter Emily Piansay-Soriano dan masih banyak lagi ahli dunia yang hadir.
Dengan diselenggarakan kongres ini diharapkan kompetensi dokter spesialis kulit dan kelamin di Indonesia dan juga dunia yang melakukan tindakan terapi bedah kulit dapat meningkat dan selalu mengikuti perkembangan terbaru yang memenuhi standar.Sesuai yang tercantum dalam Undang-Undang Praktek Kedokteran dan menjadi kewajiban para dokter di Indonesia. Pemerintah mengakui  ilmu kedokteran berdasarkan kompetensi yang harus senantiasa ditingkatkan dan terakreditasi sehingga dapat dipertanggung jawabkan dan masyarakat dapat memperoleh manfaat yang besar karena pelayanan bedah kulit di Indonesia menjadi semakin baik dan setara dengan dunia internasional.
Kepada para peserta dan pembicara dari luar negeri diucapkan selamat datang di Bali, Island of Gods pusat pariwisata Indonesia yang sudah sangat dikenal.

Post : 27 April 2011 12:00:05, Read : 4412


Related News