PERDOSKI

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN INDONESIA

Indonesian Society of Dermatology And Venereology (ISDV)


E-Consultation

  • Sifilis
    2 Jun 2018 | 05:35
    Saya pada tanggal7 april 2018 melakukan kegiatan beresiko seks anal dg kondom dan seks oral (fellatio) tanpa kondom. Sy lsl, dmn pada minggu ke dua dan minggu ke 4 sy melakukan test sifilis dan vct dg hasil negative.

    Pada tanggal 1 Juni 2018, disamping/ pinggir kaki (bukan ditelapak kaki) ad bintik merah satu di samping kiri, dan 5 kecil bintik di kaki kanan. Pada telapak tangan tidak ada bintik.

    Sebagai info tambahan, tdk ada gejala atau tanda apa2 pada kelamin seperti luka (*maaf : penis) atau di sekitaran mulut & tenggorokan.

    Mau tanya dok :
    1. Apakah valid pemeriksaan sifilis pd minggu ke 2 dan ke 4? setelah pemeriksaan dan kegiatan seks beresiko tsb sy tdk melakukan seks.
    2. Berapa lama hasil akan dinyatakan valid utk pemeriksaan sifilis setelah melakukan kegiatan beresiko tsb?
    3. Apakah sifilis memiliki masa window periode seperti hiv?
    4. Apakah melakukan anal dg kondom, oral seperti yang diinformasikan diatas brp persen tingkat resiko tertular dr pd sifilis dan atau hiv?

    Mohon informasinya dok. Terima kasih atas bantuannya.
  • 5 Jun 2018 | 10:24

    Selamat pagi
    Ada banyak macam pemeriksaa untuk menegakkan diagnosis penyakit sifilis. Saat ini pemeriksaan yang mudah, murah dan sering dilakukan adalah pemeriksaan VDRL dan TPHA. VDRL mdrupakan tes serologi yang bersifat tidak spesifik karena beberapa penyakit juga bisa menunjukkan hasil positif. TPHA adalah tes spesifik untuk penyakit sifilis. Untuk dapat menegakkan penyakit sifilis diperlukan 2 pemeriksaan tersebut. Dalam informasi anda kurang jelas pemeriksaan apa yang sudah anda lakukan. Jika yang anda maksud adalah tes VDRL, hasil akan valid jika dilakukan sekitar 6 minggu setelah kontak berisiko. Istilah window period memang biasa disebutkan dalam konteks INFEKSI HIV, namun sebenarnya bisa juga untuk infeksi yang lain seperti sifilis karena window period adalah masa atau waktu yang dibutuhkan oleh tubuh untuk bereaksi terhadap masuknya kuman dan terbaca oleh alat pemeriksaan. Kondom sebenarnya tidak dapat memproteksi semua jenis infeksi menular seksual. Penularan sifilis selain melalui darah juga dapat menular melaui kontak kulit dengan luka sifilis. Maka jika luka sifilis tidak tertutup oleh kondom, tentunya masih dapt menular. Untuk HIV penularan dapat terjadi jika cairan yang mengandung virus masuk ke dalam tubuh melalui tusukan atau luka. Penularan sifilis dan HIV melalui oral sex tetap berisiko meskipun sangat kecil
    Salam


    Salam,
    DR. Dr. Satiti Retno Pudjiati Sp.KK(K)

Jl. Salemba I No.9, RT.4/RW.6, Kenari, Senen
Kota Jakarta Pusat
Daerah Khusus Ibukota Jakarta
10430